Sabtu, 02 Oktober 2010

1
Dermawan, Kiai Hamid Pasuruan

Kiai hamid adalah orang yang mudah memberi uang atau barang lainnya. Siapapun terutama anggota keluarga, kalau bertemu beliau pasti diberi uang. Baik keluarga yang masih kecil maupun yang sudah dewasa. Beliau juga rajin memberi uang kepada orang lain, terutama yang tak berpunya. Kiai-kiai juga diberi uang “Kiai Hamid itu loman” (Kiai hamid itu dermawan), kata Kiai Hasan Abdillah.

Lalu bagaimana dengan pengemis? Apalagi. Umunya orang memberi pengemis dengan uang receh. Terkadang , karena tak menemukan uang receh, kita malah urung berderma. Itu sebabnya, ada sementara orang yang mengkritik, baru memeberi seratus rupiah saja kok sudah mengaku dermawan. Kiai Hamid tidak begitu. Kalau berpapasan dengan pengemis di jalan, beliau memberi uang sekenanya “nek maringi niku gak dipirsani. Kadang maring wong mis iku kakean” (kalau memberi itu tidak melihat jumlahnya. Kadang memberi pengemis terlalu banyak). Kata Dzurroh Nafisah, kalau kebetulan beliau menjumpai pecahan lima ribu dari saku beliau, ya uang itu beliau berikan pada pengemis. Padahal, waktu itu lazimnya diberi Rp. 5 – Rp 10 saja. Nyai Nafisah sering memarahi beliau karena melihat beliau memberi pengemis dalam jumlah yang tidak lumrah. “Tolak balak-tolak balak” kata beliau sambil terus memberi. Memberi baju juga sering beliau lakukan “kadang baru dipakai, sudah diberikan orang”, kata misykat.

Pernah suatu ketika ada tamu dari dadapan banyuwangi, yang mengeluh anaknya mau kuliah di Malang, tapi dia tidak punya untuk daftar, orang tersebut kemudian beliau beri Rp. 500.000,-. Beliau juga sering memberagkatkan orang ke Mekah. Kalau bukan dengan uangnya sendiri, diusahakan mencari pinjaman, H.Masykur misalnya, dicarikan pinjaman lunak tanpa bunga untuk pergi Haji, nanti pembayarannya dapat diangsur dalam jangka lama.

K.H dahlan peneleh, Surabaya punya pegalaman menarik. Beliau ingin naik haji bersama istrinya tapi tak memiliki uang sepersenpun. Datanglah beliau ke rumah Kiai Abdur Rahman Ahmad, maksudnya hendak meminjam uang. “wah saya ya tak punya uang” kata Kiai Abdur Rahmansembari mengajak minta doa restu kepada Kiai Hamid. “bagus-bagus” kata beliau stelah mendengar penuturan Kiai Dahlan. Kiai Dahlan hanya meminta doa restu semata, tak lebih dari itu. Tapi setelah berdoa, Kiai Hamid memberinya amplop. Amplop tersebut ridak boleh dibuka sebelum sampai rumah. Sesampainya di peneleh, amplop dibuka, sama sekai tidak menduga isinya uang sebsar Rp. 2.500.000,- dia kaget sekali. Ongkos naik haji ONH waktu itu Rp. 1.500.000,- per jamaah. Jadi kalau untuk dua orang tinggal menambah Rp. 500.000,- lagi. “Banyak sekali, ah.. pasti Kiai Hamid salah ngasih amplop” gumam Kiai Dahlan, bergegas beliau pergi ke Pasuruan, meminta Kiai Abdur Rahman untuk minta diantar mengembalikan uang itu. Kiai Abdur Rahman tak mau karena yakin Kian Hamid tidak salah memberi. “kalau sampean kembalikan jangan-jangan malah nanti ditambah”.

=> Almukarrom KH. Hamid Pasuruan, lahir di dukuh sumur kepel Sumbergirang Lasem pada tahun 1914 M, dari KH. Abdullah dan Ibu Nyai Roihanah binti KH. Shiddiq. Beliau menetap di Pasuruan dan menikah dengan Nyai Hj. Nafisah binti KH. AH. Qusyairi. Kisah ini diambil dari Hamid Ahmad, Uswatun Hasanah-Biografi keteladanan Kiai Hamid, penerbit Yayasan Ma’had As-Salafiyah, Pasuruan, 2001 halaman 89-91.

1 komentar: — Skip to Comments

Alif Hermawan mengatakan...

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh..mohon maaf jika sudah mengganggu waktunya... Alhamdulillah atas karunia Gusti Allah .. Saya diberi kepercayaan dari gusti Allah untuk menafkahi Anak saya yg baru berusia 4 bulan .. Istri Tercinta dan Mamah ku Tersayang ... dulu semasa Ayahnda saya masih hidup, Keluarga kami sangat bahagia, Semuanya Serba kecukupan dan para saudara2/keluarga sering mampir ke Gubuk kami. tp keadaan berbalik 180 derajat, Saat ayahnda kami sakit, Bolak balik ke rumah sakit dan ke Pengobatan alternatif, keuangan keluarga menipis, dan jalan pintas pinjam ke Bank & koprasi total Senilai 45.000.000, tp ternyata Gusti Allah berkehendak lain,innalillahiwainnailaihirojiun Ayahnda Meninggal Diusia 54tahun.. pada bulan Juli 2013. kami Sekarang harus bertanggung Jawab semua Hutang2 yang selama ini Berjalan,kami bukan mau mengemis/minta berbelas kasihan ke sesama Muslim/manusia, Kami Minta hanya Mau Minta Doa dari kalian Semua Agar Masalah yang sedang keluarga kecil kami Hadapi cepat terselesaikan,Terima Kasih buat Hamba Allah yang Sudah Mensedekahkan rezekinya untuk Keluarga Kecil kami. Semoga Doa dan Sedekah dari Anda semua Akan Dibalas Semua oleh Gusti Allah Dan Rezeki nya akan terus mengalir .Keberkahan akan selalu datang setiap harinya .serta selalu diberi kesehatan. ini no Hp saya semoga ada yang mau menjalin silaturahmi dengan keluarga kecil kami.
Alif Hermawan - 087737126069
waalaikum salam warohmatullahi wabarokatuh.

Poskan Komentar — or Back to Content

 

Follow Me

Sharing and Learning